Tampilkan postingan dengan label Log Book. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Log Book. Tampilkan semua postingan

Alur Masuk Muara Bang Pakong Thailand

Alur masuk Bang Pakong
Bang Pakong adalah salah satu wilayah di Thailand. 

Letaknya masuk dari muara sungai sekitar 40 nautical mile. Cukup banyak kapal dan tongkang yang masuk untuk bongkar dan muat di pelabuhan ini.

Untuk masuk ke Bang Pakong, harus berlabuh dulu di ambang luar atau outer bar. Setelah ada kepastian dermaga tersedia untuk sandar, barulah kapal akan dipandu masuk dari muara sampai ke dalam sungai yang penuh dengan dermaga.

Kalau baru pertama masuk tentu akan sedikit kebingungan di mana posisi yang bagus untuk berlabuh di ambang luar, mengingat banyak kapal nelayan yang hilir mudik mencari ikan di lokasi terssebut. Yang terbaik adalah bertanya kepada teman-teman yang sudah sering masuk ke sini atau bertanya kepada agen Anda.

Jika bertanya kepada agen, maka jawabannya adalah sama untuk semua kapal. Anda akan diberikan 4 waypoint untuk masuk dari posisi beralabuh di luar sampai ke buoy lateral (putih merah) dan disuruh berlabuh di dekat buoy luar karena biasanya di situ pandu naik ke kapal.

Waypoint ke posisi buoy lateral untuk menunggu Pandu/Pilot

Adapun waypointnya adalah:

1.     13° 22.227’N - 100° 50.730’ E

2.     13° 23.018’ N - 100° 51.636’ E

3.     13° 23.815’ N - 100° 51.892’ E (stand by waiting pilot)

4.     13° 24.050’ N - 100° 51.735’ E (anchorage position)

Untuk masuk sampai ke posisi berlabuh di dalam, harus ikut waypoint/rute tersebut karena di kiri kanan terdapat banyak bagan/sero-sero nelayan. Jadi kalau masuk malam harus hati-hati dan jangan terlalu jatuh dari waypoint yang diberikan. 

Untuk berlabuh di dalam, pada posisi waypoint nomor 4 pun kurang meyakinkan. Setelah saya plot di Navionics ternyata posisi tersebut hanya 200 feet atau 70 meter dari buoy lateral putih merah/ buoy luar. 

Sangat dekat dan jika kapal atau tongkang hanyut maka besar kemungkinan untuk menyenggol/menyeret buoy. Posisi itu juga sudah di dalam, dan kiri kanan banyak sero-sero nelayan. Berbahaya jika arus kuat dan tongkang hanyut.

Jadi bagaimana yang amannya?

Menurut saya lebih baik berlabuh di ambang luar yang bebas sero-sero pada kedalaman 7-12 meter. Posisinya ke arah kiri sedikit jika kita dari laut. 

Ambil jarak yang aman dengan kabel laut yang ada di peta. Posisi berlabuh saya dengan TB. LL MULIA waktu masuk pada bulan Oktober 2021 adalah 13° 22.953’ N - 100° 49.330’ E. Setelah ada kepastian kapan dan jam berapa pandu naik, barulah masuk sampai ke buoy luar untuk menunggu pandu naik. 

Tug boat menarik tongkang sedang keluar dari Bang Pakong menuju muara

Dibutuhkan sekitar 1 jam dari tempat berlabuh itu ke buoy luar. Jadi pastikan Anda sudah di posisi sebelum pandu tiba. Yang naik adalah pandu/pilot resmi. Begitu sudah dekat pelabuhan, pandunya turun dan pindah ke kapal lain yang akan keluar muara. Yang meneruskan memandu ke Bang Pakong adalah Pandu Alam. 

Pandu sendiri yang mengemudi sampai olah gerak menyandarkan tongkang di jetty. Ada 2 kapal assist di sini yang membantu tongkang sandar. Kapalnya kecil-kecil dengan 1 mesin induk. Tapi jangan anggap remeh, mereka lihai dalam bermanuver meskipun dengan mesin satu.

Dragon Rock

Pulau Talimago atau yang dikenal sebagai Dragon Rock

Nama asli pulau ini adalah Pulau Talimago, sebuah pulau kecil yang bentuknya menyerupai naga. 
Citra pulau ini tidak terlihat jelas di google maps, hanya bisa dilihat di peta laut dan aplikasi peta laut seperti Navionics.
Letaknya di Kepulauan Halmahera, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, Indonedia.
Pulau ini tidak berpenghuni, hanya burung yang bersarang di sini.
Dari Kota Ternate jaraknya kurang lebih 110 kilometer.
Lokasi pulau Talimago dicapture dari aplikasi peta laut Navionics

Lantas apa istimewanya pulau ini?
Pencinta selam baik lokal maupun manca negara cukup mengenal baik pulau ini. 
Spot diving di sini dinamakan Dragon Rock karena bentuk pulaunya yang seperti naga merayap di atas laut.
Untuk Trip Diving Halmahera, pulau ini termasuk wajib dikunjungi. 
Kapal Layar berlabuh di dekat pulau Talimago
Terumbu karang dan biota lautnya cukup bervariasi dan menantang untuk dijelajahi setiap jengkalnya.
Setiap tahun kunjungan tetap yang sudah terjadwal pada salah satu diving tour ada sekitar 6-8 kunjungan yang bersifat kunjungan pribadi.
Untuk mengunjungi pulau ini butuh biaya yang cukup besar karena letaknya cukup terpencil di tengah laut.
Penjelasan detail lokasi penyelaman di spot Dragon Rock pulau Talimago
Pulau terdekat yang berpenghuni adalah pulau Muari di barat daya, pulau Kasiruta di selatan dan pulau Taneti di timur laut.
Dari Ternate mungkin ada kapal fery yang melayani ke-3 pulau ini. 
Dari salah satu pulau ini barulah kita bisa menyewa kapal atau speed boat menuju pulau Talimago. 
Jika kita ingin menyelam di sini tentu harus membawa peralatan sendiri karena tidak ada rental alat selam yang terdekat.
Tim penyelam menuju spot Dragon Rock dengan speed boat
Kalau ingin ikut trip dengan kapal layar yang biasa mengunjungi pulau ini, harus menyediakan ongkos yang lumayan besar. Untuk trip ke Halmahera minimal harus ikut 12 hari. 
Tarif untuk akomodasinya adalah 160 - 190 Euro perorang perhari. 
Itu belum termasuk sewa alat selam seperti tabung nitrox dan biaya permit lokasi diving.
Ingin meyelam di spot dragon rock?
Lihat jadwalnya di sini.
Kapal layar berlabuh terlihat dari sela-sela batu berlubang

Merlion Park, Singapura


Merlion adalah salah satu ikon utama Singapura.
Yaitu patung berkepala singa dengan badan seperti ikan yang terletak di Merlion Park, Marina Bay.
Orang yang berkunjung ke Singapura rasanya belum sah jika belum berfoto didepan monumen ini.
Begitulah mungkin kesannya, lihat saja foto profile teman-teman di facebook.
Yang pernah kesini pasti memajang foto-foto kerennya disini dan saya pun ikutan latah juga.
Setelah enam bulan cuma mutar-mutar di laut antara Singapura, Malaysia dan perairan Batam akhirnya kapal masuk lagi ke Singapura.
Kapal masuk ke home base di Singapura karena ada perbaikan mesin kurang lebih 5 hari.
Jadi cukuplah waktu untuk gantian bagi kru yang mau jalan-jalan.


Bersama teman, saya berkunjung ke Merlion Park di Marina Bay.
Kami sampai sudah agak sore jadi mulai ramai orang.
Hampir semua sibuk berpose di setap sudut taman untuk berfoto.
Ada beberapa fotografer profesional yang saya lihat menenteng kamera dengan lensa panjang.
Di tempat lainnya nampak ada 3 pasang pengantin yang sementara proses pemotretan pra wedding.

Di seberang jembatan Esplanade tampak “gedung durian” yaitu Esplanade Teater.
Inilah tempat pementasan artis top dunia yang kesohor di Singapura.
Kalau sudah show disini berarti sudah bintang top dunia, jadi banyak yang ngebet manggung disini.
Apakah artis Indonesia sudah ada yang “ngamen” di teater ini?
Yang saya baca di koran adalah ada artis kita yang batalkan jadwalnya demi menonton pertunjukan artis top amrik di sini heheeee...


Di seberang lain ada 3 buah bangunan pencakar langit yang menyangga sebuah “perahu besar”
Ini adalah calon ikon baru Singapura, namanya “Marina Bay Sands”
Mungkin itu adalah hotel, apartemen dan mall yang terintergrasi dengan semua fasilitas yang dibutuhkah.
Entahlah, saya kurang tahu.
Yang saya tahu adalah saya datang kesini untuk berfoto narsis.

Untuk berfoto di depan patung singa harus antri karena sudah banyak orang.
Ada yang datang dengan rombongan besar dan ada juga yang hanya 2-3 orang.
Semua rela antri bergiliran untuk difoto temannya dengan gaya masing-masing.
Saya memperhatikan saja dengan agak gamang, mau berfoto atau tidak.
Karena saya selalu mati gaya kalau didepan kamera, apalagi banyak orang seperti ini.


Akhirnya agak sepi juga suasananya.
Saya pun segera pasang aksi unttuk dijepret didepan ikon Singapura yang tersohor itu.
Cuma segitu ajaaaa.
Yups memang itu saja heheee
Gimana, foto saya keren yaaaa.....???

Alur Laut Kepulauan Indonesia

Pembagian Alur Laut Kepulauan Indonesia

Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) adalah Alur laut yang ditetapkan sebagai alur untuk pelaksanaan Hak Lintas Alur Laut Kepulauan berdasarkan konvensi hukum laut internasional. Alur ini merupakan alur untuk pelayaran dan penerbangan yang dapat dimanfaatkan oleh kapal atau pesawat udara asing diatas laut tersebut untuk dilaksanakan pelayaran dan penerbangan damai dengan cara normal. Penetapan ALKI dimaksudkan agar pelayaran dan penerbangan internasional dapat terselenggara secara terus - menerus, langsung dan secepat mungkin serta tidak terhalang oleh perairan dan ruang udara teritorial Indonesia. ALKI ditetapkan untuk mengubungkan dua perairan bebas, yaitu samudera hindia dan samudera pasifik.

Pembagian ALKI


* ALKI I  melintasi Laut Cina Selatan, Selat Karimata, Laut Jawa - Selat Sunda.
* ALKI II melintasi Laut Sulawesi, Selat Makassar, Laut Flores, Selat Lombok.
* ALKI III Melintas Samudera Pasifik, Laut Maluku, Laut Seram, Laut Banda, Selat Ombai dan Laut Sawu.

Hak dan Kewajiban Kapal dan Pesawat Udara Asing yang melintasi ALKI


Setiap Kapal dan pesawat Udara Asing yang melintasi ALKI harus memenuhi ketentuan dibawah ini :
  1. Kapal dan pesawat udara asing yang melaksanakan Hak Lintas Alur Laut Kepulauan harus melintas secepatnya melalui atau terbang di atas alur laut kepulauan dengan cara normal, semata-mata untuk melakukan transit yang terus-menerus, langsung, cepat, dan tidak terhalang.
  2. Kapal atau pesawat udara asing yang melaksanakan lintas alur laut kepulauan, selama melintas tidak boleh menyimpang lebih dari 25 (dua puluh lima) mil laut ke kedua sisi dari garis sumbu alur laut kepulauan, dengan ketentuan bahwa kapal dan pesawat udara tersebut tidak boleh berlayar atau terbang dekat ke pantai kurang dari 10 % (sepuluh per seratus) jarak antara titik-titik yang terdekat pada pulau-pulau yang berbatasan dengan alur laut kepulauan tersebut.
  3. Kapal dan pesawat udara asing sewaktu melaksanakan Hak Lintas Alur Laut Kepulauan tidak boleh melakukan ancaman atau menggunakan kekerasan terhadap kedaulatan, keutuhan wilayah, atau kemerdekaan politik Republik Indonesia, atau dengan cara lain apapun yang melanggar asas-asas Hukum Internasional yang terdapat dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.
  4.  Kapal perang dan pesawat udara militer asing, sewaktu melaksanakan Hak Lintas Alur Laut Kepulauan, tidak boleh melakukan latihan perang-perangan atau latihan menggunakan senjata macam apapun dengan mempergunakan amunisi.
  5. Kecuali dalam keadaan force majeure atau dalam hal musibah, pesawat udara yang melaksanakan Hak Lintas Alur Laut Kepulauan tidak boleh melakukan pendaratan di wilayah Indonesia.
  6. Semua kapal asing sewaktu melaksanakan Hak Lintas Alur Laut Kepulauan tidak boleh berhenti atau berlabuh jangkar atau mondar-mandir, kecuali dalam hal force majeure atau dalam hal keadaan musibah atau memberikan pertolongan kepada orang atau kapal yang sedang dalam keadaan musibah.
  7. Kapal atau pesawat udara asing yang melaksanakan Hak Lintas Alur Laut Kepulauan tidak boleh melakukan siaran gelap atau melakukan gangguan terhadap sistem telekomunikasi dan tidak boleh melakukan komunikasi langsung dengan orang atau kelompok orang yang tidak berwenang dalam wilayah Indonesia.
         Catatan : Tulisan ini adalah artikel yang saya buat di Wikipedia dan dapat dibaca pula disini.

ON FIRE ( TROUBLE ENGINE JILID I )

Laut Cina Selatan 15 Maret 2009.
Hari kedua pelayaran dari Singapore ke Cambodia.
Posisi utara pulau Tioman,Malaysia.
Cuaca buruk,ombak 3 meteran lebih.Hujan deras diiringi angin kencang.
Kecepatan kapal hanya mencapai 3 knot,padahal sudah rpm penuh.
Itupun kita hanya menarik tongkang kosong.
Bagaimana nanti pulangnya dengan beban muatan 8.000 Metrik ton.

Selepas jaga 24.00 - 04.00 saya sulit untuk tidur lagi.
Bagaimana bisa tidur kalau kapal kayak dibanting - banting ombak.
Rasanya mau jatuh dari tempat tidur.
Tapi karena capek,akhirnya saya tertidur juga.
Walau sebentar - sebentar terbangun karena benturan ombak.

Tiba -tiba antara sadar dan tidak saya mendengar suara ribut diatas.
Terdengar orang - orang berteriak,"Api,kamar mesin kebakaran.Cepat keluar dari kamar".
Saya pun melompat bangun dari tempat tidur dan berlari keatas.

Nampak orang - orang sibuk berlarian kekamar mesin dengan membawa botol pemadam.
Saya sempat melihat dari pintu kamar mesin yang terbuka,api sudah cukup besar.
Untungnya api bisa segera dipadamkan,karena botol pemadam memang dalam kondisi bagus dan yang memadamkan cukup cekatan dan berani.
Kebakarannya juga terjadi pagi hari yang sudah terang,sekitar jam 08.20.
Coba saja kalau terjadi saat malam yang gelap.Pastinya lebih susah untuk menjinakkan api.

Terlambat 5 atau 10 menit saja mungkin kapal tidak bisa diselamatkan lagi.
Karena yang terbakar adalah mesin.Apalagi kalau api sudah kena minyak dan instalasi kabel.
Mau lari kemana kita kalau kapal terbakar.Lari dari api sudah menunggu laut yang dingin dan berombak.
Mungkin begitu terjun kita langsung bablas ditelan laut.
Tapi Allah swt masih berkehendak lain untuk kita,sehingga situasi masih bisa kita kendalikan.

Setelah mengecek semua kerusakan,keadaan dilaporkan kekantor di Jakarta via Radio Pantai.
Keputusan dari kantor kapal disuruh putar haluan,kembali ke Batam untuk perbaikan.

Trip Perdana Ke Can Tho, Vietnam

Batam, 22 February 2009.
15.30: Dokumen tiba di kapal.
16.00: Move ke barge Sinar Anugerah 01, persiapkan tali towing.
16.30: Towing pendek barge Sinar Anugerah 01,keluar dari alur tanjung Uncang.
20.00: Passing buoy luar Sekupang, tujuan Can Tho (Vietnam).

"Sinar Anugerah 01"

Batam,20 February 2009.
08.30.Buka segel dan Wire Breder barge "Sinar Anugerah 01"(ex Bintang 9).
11.00.Istirahat.
13.40.Pasang Wire Breder dan tali Second Towing baru.
16.20.Selesai kerja.Barge Sinar Anugerah 01 Siap towing untuk berangkat.

SHIFTING BARGE "BINTANG 9"

Rabu, 18 Februari 2009.
17.25: Move ke barge Bintang 9.
18.00: Keluarkan barge Bintang 9 dari posisi tambat.
18.50: Posisikan kembali barge Bintang 9 dengan haluan ke darat.
19.20: Tros connect kedarat. In position. FWE.
Capek dech.sudah lama nggak narik tali 3,

KELAUT LAGI

Sabtu,07 February 2009.
01.00.Start Engine.
01.07.Lepas tali-tali,Maju Penuh.
Running Free Samarinda-Batam.
04.00.Passing tanjung Dewa.
08.15.Passing buoy luar Muara Pegah.
Haluan kelaut lepas tinggalkan sungai Mahakam dan nipah-nipah tujuan Batam.

TIBA DI BATAM

Sabtu,14 February 2009.
00.15.Tiba di Reede teluk Jodoh,Batam.
Maju Pelan,cari posisi untuk berlabuh.
00.35.Letgo Jangkar diluar Sekupang.
00.50.Finish With Engine.Lanjut jaga Laut.
Hmmm,sudah seminggu nggak lihat berita & buka email.
Browsing dulu ah..!

SHOLAT JUMAT BERSAMA BAPAK WALIKOTA

Hari Jumat lagi,akupun malas ke kapal lagi.
Mana hari hujan dari pagi, komplit sudah alasan untuk malas ke kapal.
Maunya nyuci pakaian dulu. Sudah banyak pakaian kotor yang numpuk.
Tapi lagi-lagi malasnya bukan main.
Jadi habiskan waktu aja nunggu jam sholat sambil nonton tv.

Untung aja pas jam sholat hujannya reda.
Aku jalan kaki aja ke masjid karena memang dekat dari rumah.
Namanya Masjisd Shirothal Mustaqiem.
Aku pernah baca dikoran lokal,Masjid ini konon adalah masjid tertua di Samarinda.
Tapi tahun berdirinya aku sudah lupa.

Bangunannya sendiri terbuat dari kayu mulai dari atap sampai bangunan dasar.
Sejak dari pertama dibangun sampai sekarang sudah mengalami perbaikan dan perluasan bangunan fisik.
Tapi tetap mempertahankan bentuk asli dari awalnya.
Kapan-kapan aku harus menulis riwayat masjid ini.
Tapi sumber datanya dari mana ya?

Sampai di depan halaman masjid aku melihat kok banyak kendaraan dinas dan motor polisi.
Mungkin aja ada orang penting yang ikut sholat disini.
Kalau nggak ngapain sampai ada mobil dan motor patroli polisi yang mengawal.

Dugaanku memang betul.
Rupanya Walikota Samarinda,Bapak Drs.Achmad Amins MM yang datang untuk ikut sholat disini.
Menurut yang pernah aku baca beliau memang banyak membantu pemugaran masjid ini.
Dan kedatangan beliau kali ini juga sekalian menyerahkan bantuan Sound System untuk mesjid.
Begitu informasi yang aku dengar dari pengumuman panitia.

Semoga bantuan beliau bermanfaat untuk kemaslahatan masjid dan jamaahnya.
Dan semoga pula beliau selalu mendapat hidayah dan petunjuk dari Allah swt dalam menjalankan tugas-tugasnya. Amin!!!

KERANJANG TELUR MR.OBAMA

Tanggal 20 Januari 2009, Barack Obama resmi dilantik menjadi presiden Amerika yang ke-44.
Inaugurasi pelantikannya dihadiri lebih dari 2 juta orang dan disiarkan ke berbagai belahan dunia secara langsung termasuk Indonesia.
Semua orang larut dalam kemeriahan acara tersebut dan berharap akan sebuah perubahan besar darinya seperti yang dijanjikan dalam kampanyenya.

Masalahnya adalah perubahan macam apa yang bisa kita harapkan dari Obama dan Amerika?
Ibarat orang yang sedang memegang telur, saya melihat banyak diantara kita yang dengan antusias dan sukarela menaruh telur-telur tersebut di keranjang Mr.Obama.
Dengan angan-angannya sendiri kita berharap padanya, kelak telur yang kita titipkan itu akan kembali kepada kita dalam bentuk matasapi,dadar atau martabak malabar.
Yang tidak pernah kita pikirkan adalah saking banyaknya orang yang menaruh harapan padanya sehingga mampukah dia memenuhi harapan tersebut?
Ataukah harapan kita itu sejalan dengan pemikirannya?

Saya khawatir keranjang Mr. Obama tidak mampu untuk menampung semua telur harapan itu sehingga akan kelebihan beban.
Kalau sudah demikian maka bersiplah kita untuk melihat telur-telur itu pecah satu persatu berjatuhan dari keranjangnya.
Adalah lebih bijak bagi kita untuk tetap menggenggam telur-telur harapan itu supaya bisa kita olah sesuai keinginan dan kebutuhan kita.
Kalaupun toh kita hanya bisa bikin telur dadar yang hangus, setidaknya kita sendiri menghanguskannya, bukan Mr.Obama.

TANGGUNG JAWAB IS THE FIRST

Ini cerita tentang sahabatku.
Kerjanya ya, dikapal juga macam aku donk.
Posisinya sebagai Mualim I alias Chief Officer di Tug Boat(Kapal Tunda).
Kapalnya biasa menarik tongkang muatan batubara.
Nakhodanya pindah ke kapal di perusahaan lain, mungkin penghasilan disana lebih besar.
Iya toh, kalau nggak mana mau dia pindah kesana.
Jadi tinggal dia aja Perwira Deck.
Maklum nggak pake Mualim II alias Second Officer.

Karena dipercaya perusahaan, dia disuruh cari Nakhoda baru yang cocok dengan dia.
Supaya di kapal kompak kerjanya, kira-kira begitu maksudnya.
Di Mess kebetulan ada kawan yang lagi stand by yang ijasahnya sesuai permintaan kantor.
Setelah diajukan kekantor langsung diterima karena ada yang "Menggaransi".
Jadilah mereka berduet dikapal itu.

Tapi belum seminggu si Chief dipanggil temannya yang lain untuk bergabung diperusahaannya.
Kalau dihitung-hitung sih memang lebih bagus perusahaan tempat temannya manggil.
Cuma gimana mau pindah,dia baru aja menggaransi teman untuk masuk kesitu sekarang malah dia sendiri yang mau keluar.
Dengan berat hati dia tolak ajakan temannya itu.
Seminggu kemudian giliran Nakhoda yang dia kasih masuk kesitu yang dapat tawaran dari temannya juga untuk pindah.

Waktu itu aku ada di Mess bersama dengannya.
Dia bingung juga untuk ambil keputusan.
Mau ditolak peluangnya bagus dan nggak mungkin datang lagi.
Mau diterima dia juga nggak enak perasaan sama Chief.
Minggu kemarin Chief menolak ajakan temannya untuk pindah karena nggak mau tinggalkan dia disitu.
Aku cuma bisa manggut-manggut saja karena itu bukan masalahku.

Ehhh....tiba-tiba aja Chief datang ke Mess,karena kapal memang masih stand by belum tahu kapan ada berita untuk berangkat.
Si Nakhoda pun memberitahu Chief kalau dia ada tawaran dari temannya,cuma dia mersa nggak enak karena baru kerja 2 minggu sudah mau keluar lagi.

Diluar dugaan Chief malah suruh dia untuk menerima tawaran itu,karena Chief juga mendapat tawaran baru lagi dari perusahaan lain.
Kesimpulannya mereka berdua mau hengkang bersama dari kapal itu.
Yang satu berkemas menyiapkan berkas lamarannya, yang satunya lagi buru-buru untuk mandi.

Hmmmm, aku jadi berfikir kok dalam 2 minggu ini mereka berdua dapat 3 peluang untuk memperoleh tawaran kerja baru.
Sedangkan aku sudah hampir 2 tahun masih belum mendapat juga peluang yang lebih baik dari posisiku yang sekarang.
Selesai menyiapkan semuanya mereka bersiap untuk pergi ketujuan masing-masing.

Tiba-tiba Handphone si Chief berbunyi.
Ternyata berita dari kantornya bahwa kapal mau diberangkatkan sore ini juga dan mereka disuruh stand by dikapal.
Kami bertiga hanya bisa bengong untuk sesaat.
Selangkah lagi mau pindah ternyata ada yang ngerem.
Setelah bertukar pendapat akhirnya mereka berdua membatalkan niat untuk pindah.

Aku pun bertanya, "Kenapa nggak jadi pindah"?
"Sudahlah, jangan terlalu dipikirkan.
Aku kan masih status kerja, jadi harus bertanggung jawab dengan pekerjaan yang sudah ada.
Yang disana itu baru sekedar bayangan" jawab Nakhoda.
"Iya, apa nanti tanggapan orang kantor kalau kita berdua turun bersamaan sedangkan kapal sudah siap untuk berangkat" Chief menyahut juga.

Wooow, jawaban yang sederhana tapi memang mengandung kebenaran.
Aku kagum juga dengan keputusan mereka yang melepas peluang bagus yang biasanya susah didapat karena nggak mau dianggap lari dari tanggung jawab.
Setelah ngobrol ngalor-ngidul mereka pun langsung kembali kekapalnya.
Aku sendiri lagi di Mess karena yang lain sedang keluar juga.
Karena sudah merasa lapar aku pun kedapur.

Dan........
Nggak ada makanan apapun didapur karena dari pagi belum ada yang memasak.
Tadi pagi memang kita beli nasi kuning diluar buat sarapan.
Busyet dech......!!!!!!

LAMPU MERAH

Siang itu aku mau ke kapal.
Posisi kapal sementara ngedok di galangan Loa Gagak.
Ke arah hulu sungai Mahakam, sudah dekat Tenggarong kalau dari Mess Mangkupalas.
Tapi aku bawa titipan kue yang harus diantar dulu kerumah tante di jalan Pirus,Samarinda.

Mau tidak mau harus di antar dulu daripada dibawa ke kapal.
Nanti bisa habis duluan kalau ketahuan konco-konco.
Aku diantar teman pakai sepeda motor karena ke galangan tidak ada trayek angkot yang ke sana.
Dari Samarinda Seberang ke arah jembatan Mahakam, jalanan mulai terasa padat.
Ditambah lagi dengan tingkah sebagian pengendara sepeda motor yang nggak mau mengalah.
Menyelinap di antara mobil-mobil yang mulai terjebak kemacetan jalanan.

Selepas dari jembatan Mahakam kita tertahan lampu merah, soalnya mau belok kanan ke Samarinda.
Kendaraan dari Samarinda ke arah Loa Bakung masih jalan.
Lampu hijau menyala kita berbelok kekanan.
Tapi tiba-tiba, SIUUUNG WUUUS....!!!!

Sebuah sepeda motor dari arah Samarinda memotong di depan kita.
Seharusnya dia sudah stop karena sudah lampu merah.
Aku menoleh untuk melihat siapa pengendaranya, dan aku pun tersenyum kecut karena salah duga.
Pengendaranya bukan anak-anak yang biasanya trek-trekan di jalanan, tapi wanita yang membonceng anak kira-kira berusia 3-4 tahun, yang entah anaknya atau bukan.

Kalau pengendara di depan kita tidak mengerem, mungkin saja terjadi tabrakan.
Aku nggak habis pikir,kok bisa-bisanya dia ambil resiko hanya karena tidak mau tertahan 2 menit saja.
Seandainya terjadi tabrakan apakah dia sudah siap dengan resiko yang akan menimpa dia dan anaknya.

Hmmmm, aku cuma bisa menarik nafas panjang dengan pikiran yang nggak karuan.
Syukurlah tidak terjadi apa-apa.
Kami pun meluncur kembali melanjutkan perjalanan.